Minggu, 09 Februari 2014

HIDUPKU KARNA HUTAN INDONESIA 1912



HIDUPKU KARNA HUTAN INDONESIA
1912

Dahulu saya dapat melihat rumah yang sangat indah dimana saya masih dapat melihat pohon-pohon disekitar rumah, masih banyak suara kicau burung yang indah, sejuknya angin disiang dan sore hari, pada malam haripun terasa hangat.
Setiap pagi saya selalu membantu ayah keladang untuk bercocok tanam, embun pagi yang segar selalu membasahi keningku saat menuju kesana, melihat cahaya matahari pagi yang muncul perlahan – lahan dan merasakan betapa hangatnya dunia ini,
suasana hati begitu bahagia walau kerja dilahan begitu banyak mengeluarkan keringat tetapi tidak terasa lelah karna alam indonesiaku yang begitu luar biasa,

Setiap hari setelah saya membantu orang tua bekerja aku harus pergi kehutan untuk mencari beberapa kayu untuk memasak dan makanan yang dapat kami makan nantinya, saya selalu menelusuri lebatnya hutan, saya merasa energi yang datang terus menerus bila aku memasuki hutan lebat ini, meraka adalah sahabat bagiku, setiap udara yang aku hirup adalah energi yang diberikan pada hutan ini.

suatu ketika saya melihat ada beberapa burung yang berterbangan dengan cepat, yang sepertinya mereka sedang bersaing siapa yang paling cepat dan lincah diatas diudara, aku pun berusaha berlari untuk mengejar dan mengikuti mereka, betapa asik dan serunya ketika mencoba berlari bersama sahabat burungku itu, walau pun lelah setelah kami berlari hal itu pun tak terasa ketika kita tertawa bersama dan melihat hamparan bukit, gunung yang terselimuti hijaunya pohon dan terangnya pancaran sinar matahari yang menyoroti mereka, sangat jelas terlihat dari ujung perlombaan kami itu, saya bersyukur bahwa tuhan masih menyayangi kami dan hutan ini pun masih terjaga.

tak sadar saya pun lupa dengan apa yang harus akau kerjakan, saya harus mencari kayu bakar dam bahan makanan, saya harus harus cepat – cepat untuk mencarinya, ketita saya sedang mencari sahabat burungku dan kita bertemu, mereka seolah memberikan isyarat yang hal itu belum bisa saya mengerti, saya bergegas untuk mengikutinya lagi ternyata setelah saya sampai untuk mengikutinya, saya melihat ada beberapa manusia yang menebang pohon, saya bergegas dengan bersembunyi terlebih dahulu dan menanyakan apakan tujuan mereka itu, sebelumnya saya tidak mau melukai siapapun yang ada dihutan ini,
setelah aku bertanya kepada mereka dengan caraku sendiri, ternyata mereka hanya ingin tinggal disini dan kami membuat kesepakatan bahwa siapa diantara kalian yang merusak atau menyakiti hewan – hewan maka mereka siap menerima hukuman dariku
saya harus selalu waspada dengan orang asing walaupun mereka dapat berkomunikasi dengan baik, bila rumah ini terjaga dengan baik maka kita yang tinggal di dalamnya akan merasa nyaman,
kerusakan mungkin saja terjadi, hutan ini adalah sahabat bagiku dan bumi adalah rumah bagi semua mahluk hidup didalamnya.
Setelah itu pun saya lalu bergegas pulang untuk memberikan kepada orang tua bahwa apa yang dibutuhkan sudah ada.
Setiap hari saya datang dan mengawasi apa yang sedang dikerjakan mereka setelah aku melakukan pekerjaanku, beruntungnya saya memliki para sahabat hewan yang selalu membantu sehingga pekerjaanku lebih cepat selesai, ternyata mereka sangat jujur dan patuh dengan perjanjian kita, saya merasa mereka butuh bantuan untuk mendapatkan makanan dan akhirnya mereka saya perbolehka untuk tinggal di dekat rumah saya.
Mereka sangat rajin dan mau belajar apa yang harus dilakukan dalam keadaannya sekarang,
kita mulai hidup bersama, bekerja bersama untuk bercocok tanam diladang dan akhirnya mereka saya anggap sebagai keluarga

suatu ketika mereka bertanya kenapa kita hanya makan sayuran dan buah-buahan saja, selama ini kita belum pernah makan daging, lalu saya menjawab saya tidak memperbolehkan kalian makan daging karena hewan – hewan adalah teman dan sahabat saya, mereka yang menemani saya bermanin selama ini,
tetapi kita perlu makan daging, setia manusia yang hidup itu perlu makan daging karna itu bisa menambah umur dan kekuatnn kita,
Saya mulai tergoda dengan perkataan mereka, dan kami mulai mencari daging ikan terlebih dahulu, setelah kami masak dan kami makan daging ikan tersebut memanglah sangat nikmat sekali, saya merasa kekuatan saya bertambah dan hal tersebut membuat saya semakin ketagihan
tetapi orang tua saya tida setuju untuk memakannya, karna kata beliau semua yang ada ini bukan milik kita tetapi untuk generasi manusia yang akan hidup dimasa depan
Saya pun mulai sadar hal tersebut bukan lah hal yang baik dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya.
mereka pun sudah tidak terkendali dalam hal tersebut, akhirnya saya harus melukai mereka dan mengusir mereka dari hutan tersebut
Saya  membawa mereka dalam keadaan tak sadar untuk keluar dari hutan ini dan saya meningalkan mereka setelah ada orang lain yang menolong mereka pergi
Kehidupan kami mulai seperti biasa dan menikamati keadan alam yang indah setiap harinya
suatu ketika ada kerabat jauh datang untuk berbica dengan orang tuaku, mereka membicarakan bahwa aku sudah saatnya untuk menikah
Akhirnya saya menikah dengan jodoh yang telah diberikan kepada orang tua
kami mulai pindah dari rumah yang dulu tinggal bersama orang tua ke rumah yang belum ada penguhuninya
Setiap hari kami menjalani hidup bersama, bermain bersama, bekerja bersama dan bersenang – senang bersama.
5 tahun kami hidup bersama kami dikaruniai 2 anak, 1 laki dan 1 perempuan
mereka kami ajarkan hidup dihutan dengan baik jangan sampai untuk merusaknya
saya sangat senang dengan tingkah laku anak-anakku ini yang masih lucu dan masih lugu
Beranjak remaja anak saya pun mulai bemain kehutan untuk berlatih kemampuannya, ketika kami sedang berlatih kami melihat api di belakang bukit itu, lekas kami mendatanginya sebab kami tak mau ada hal yang buruk melanda rumah saya ini.
Sebelumnya kami membawa perlengkapan kami yang ada dirumah, ketikan sampai kami bersembunyi – sembunyi untuk mengawaasi dahulu, kami melihat ada kekacauan yang sangat luar biasa, banyak manusia yang sedang melakuakan penebangan pohon dan mengali tanah yang ada disitu, aku sangat marah dan melkuakn perang disitu
anakku tidak saya perbolehkan untuk ikut, karna dia masih belum cukup dan bisa untuk melakukannya
Sebelumnya aku bersembunyi untuk menanyakan apa yang sedang mereka lakukan
tetapi dengan berutalnya salah satu orang yang mengenakan seragam membabibuta untuk menembak, tanpa kompromi saya langsung menyerang dan dengan grilya saya langsung menyerang dengan senjata beracun dan banyak yang terjebak dalam perang tersebut, mereka memasuki hutan yang banyak hewan buas yang membantuku
sehingga banyak yang panik hingga mereka ketakutan dan akhirnya mereka semua meninggal
hanya orang-orang yang mengenakan senjata saja yang saya bunuh karana saya yakin mereka bukanlah manusia yang berasal dari sini, mereka sangat kasar dan semaunya sendiri
tetap bersembunyi aku menanyakan siapa kalian yang tak terbunuh ini, mereka lekas menjawab mereka adalah tahanan yang sedang menjadi budak.
Akhirnya mereka saya tuntun untuk keluar dari hutan ini tetapi dengan orang – orang yang menggunakan alat – alat besar belum saya perbolehkan pergi, karna mereka harus memperbaiki semua yang telah dirusak
Ada beberapa orang yang ingin ikut dengan saya dan ingin belajar beladiri supaya mereka nantinya bisa menjaga dirinya sendiri.
Beberapa orang saya tinggalkan ditempat yang aman supaya tidak terjadi hal semacam ini
lalu saya bergegas untuk pulang bersama dengan anakku.
Ketika pagi tiba saya dan anakku mulai berlatih lagi seperti biasa dihutan dan kami datang untuk melakukan latihan bersama dengan para tahanan tersebut didalam goa yang kami tingalkan disana sewaktu malam,
mereka sangat heran dengan keluarnya cahaya yang masuk dari lubang atas goa yang dimana cahaya tersebut seperti hujan yang desar untuk masuk kedalamnya,
yang dibawah cahaya tersebut ada danau kecil yang cukup untuk membersinhkan diri yang berisi air segar yang alami dari mata air danau tersebut dan air tersebut memiliki aliran menuju untuk keluar yang diujungnya air akan terjatuh kebawah dan terlihatlah hamparan hutan dan bukit yang sangat luar biasa indahnya.
Sesudah kami menikmati keindahan tersebut lalu saya mengajarkan untuk beratahan hidup dihutan ini tidaklah mudah dan menjaganya pun sangat sulit
banyak manusia yang egonya sangat tinggi, mereka harus sadar semua yang kita punya ini harus dijaga dan ini semua adalah milik masa depan.
Dan kami keluar menuju kehutan untuk langsung berlatih, mereka sangat lah bersemangat untuk belajar, aku ingat dengan beberpa manusia yang dulu pernah tinggal dihutan ini dan saya  juga harus waspada dengan mereka dan akhirnya saya pun menanyakan sebenarnya mereka adalah siapa?
ternyata mereka menyebut dirinya tentara yang akan melindungi negara ini.
Akupun mulai percaya dan mengajarkan beberapa strategi dalam menyerang beberapa pasukan
mereka memberikan informasi apa sedang terjadi di luar sana dan ternyata negara ini sedang tidak baik akibat orang asing yang ingin memiliki tempat tinggal ini.
Dan setelah saya cukup banyak memberikan pelajaran kepada mereka maka saya memutuskan untuk mengeluarkan mereka dari hutan ini,
akhirnya mereka pergi dari sini dan menjalani hidup mereka dengan berkelompok untuk mencapai tujuan.
Setelah itu kami pulang dan menjalini hidup bahagia seperti hari – hari biasanya,
menemani anak – anak, bekerja diladang dan selalu menyempatkan bermain ke tempat orang tua kami.
Anakku pun berkeinginan untuk belajar mandiri ke dunia luar, bahwa dia berfikir kita harus menjaga hutan rumah ini tidak harus seperti ini lagi, tetapi mengikuti aturan yang ada dipemerintah ini.
saya berpendapat bahwa negara ini masih belum setabil untuk kita melakukan pembelajaran seperti itu,
tetapi dia yakin bahwa dengan caranya sendiri dia bisa merubah pemikiran manusia lebih peduli pada rumahnya yaitu alam indonesia ini.
Awalnya saya kawatir dengan dia, tetapi dengan semangat dan tekat anakku itu saya jadi yakin bahwa dia pasti bisa melakukakannya
Setelah 1 tahun kepergiannya dia kembali pulang dan memberikan kabar bahagia bahwa dia bisa tinggal disalah satu rumah saudagar kaya yang ada disekitar seberang pulau ini, dia bercerita bahwa dia bisa hidup bahagia disana dan dia berbicara butuh waktu lebih banyak lagi untuk bisa merubah hal – hal yang menyebabkan kerusakan hutan ini.
Seminggu kemudian dia pergi untuk kembali mencapai cita – citanya itu, setelah dia pergi kami seperti biasa menjalani aktifitas hidup dengan tenang bersama keluarga,
tiba – tiba disore hari ada benda yang besar berterbangan diatas hutan ini, kami pun terkejut dan heran melihat itu, seumur hidup kami kami baru pertama kalinya melihat benda semacam itu dan kami khawatir apakah hal tersebut bertanda buruk.
 Setelah kemunculah benda tersebut saya bermimpi buruk bahwa akan ada bencana datang melanda hutan kita ini, saya pun menceritakan hal tersebut kepada kedua orang tua saya dan meminta ijin sehingga saya lekas bergergegas menyusun rencana dan mencari keberadaan benda aneh itu.
Setelah 7 malam saya mencari, akhrinya saya menemukan keberadaannya dan ternyata bahwa orang – orang yang ada disana adalah manusia asing yang dulu pernah mau merusak hutan ini, saya berusaha mengawasi mereka terus, selama 3 malam saya mengawasi mereka ternyata benar mereka masih ingin merusak hutan ini.
Mereka menangkap para suku – suku yang ada dan memaksa suku – suku yang tertangkap untuk bekerja melayani hasratnya mereka, sungguh tindakan yang tidak baik bila begini terus.
Saya mencoba sabar dan tenang untuk menghadapi mereka, karna saya selalu ingat bahwa anak saya berkata bahwa “ bukan tangan yang bisa menyelesaikan masalah tetapi fikiran adalah kunci untuk menjalani yang lebih baik”
Saya bergegas pulang dan pergi kembali untuk mencari anak saya yang belajar diseberang pulau – pulau ini, setelah 7 malam saya mencari dia akhirnya kita bertemu dan saya menceritakan hal yang saya lihat didalam hutan kita itu.
Dengan membicarakannya kepada pemerintah kita bisa menyelesaikannya tanpa harus jatuhnya korban, setelah 2 malam kita membicarakannya ternyata hal ini tidak perlu dibuat panjang lebar dan semua itu telah diatur dan ditentukan pemerintah yang semua alasan itu menuju untuk kesejahteraan kita semua.
Akhirnya saya pergi dengan anak saya untuk membicarakan kepada orang – orang yang ada dihutan yang sedang mereka rusak, setelah kami berbicara mereka tidak mau menghentikan apa yan sedang mereka lakukan bahwa yang mereka lakuakan akan berdampak bencana bagi manusia yang ada ini.
Terpaksa kami menyatakan perang kepada para orang – orang asing yang tetp keras kepala itu, kami memberi kabar kepada teman – teman yang dulu pernah kami tolong untuk lekas datang dan membantu kami melawan orang – orang asing itu.
3 malam kemudian mereka datang dan kami membicarakan semua yang telah terjadi dan menyusun rencana untuk perang tersebut,
Setelah 7 malam persiapan akhirnya kami berangkat untuk melancarkan serangan bahwa sebenarnya kami hanya untuk memancing mereka, bahwa dengan hutan ini kita diuntungkan dengan keahlian kita menguasai daerah ini.
Pada malam hari kami menerobos untuk menyelamatkan suku – suku yang tertangkap dan banyak sebagian yang tidak mau untuk bebas karna bagi mereka orang-orang asing itu lebih peduli dibandingkan kita harus hidup dihutan ini terus.
Kita harus mempunyai perubahan yang lebih layak karna kita hidup disuatu wilayah negara yang seharusnya mereka melindungi kita dan memperhatikan.
Akhirnya kami terpaksa meninggalkan mereka yang tidak mau kami selamtkan dan kami menerobos untuk meracuni mereka dengan asap.
Pagi hari mereka brutal mencari kita yang bersembunyi didalam hutan yang gelap ini, berkat serang malam yang kita lancarkan mereka terpancing untuk masuk kedalam hutan semua sehingga hanya beberapa saja yang dapat menjaga markas untuk menunggu para bantuan datang,
Mereka semua yang masuk kedalam hutan tidak kita bunuh melaikan hanya kita tangkap dan menyandra bahwa bila kami bunuh mereka semua akan terjadi kekacauan yang lebih luar biasa nantinya, sehingga pihak pemerintah datang untuk membicarakan hal ini semua bahwa kita bisa mennyelesaikan semua ini dengan baik – baik, tanpa jatuhnya korban.
Dengan perjanjian yang dibuat akhirnya mereka menyetujui hal – hal yang berlaku bahwa tidak lagi untuk merusak hutan ini lagi karna semua telah diatur dan kita bisa membangun bersama – sama tanpa harus merugikan mahluk hidup yang ada dan selalu menjaga apa yang telah diberikan kepada umat manusia yang yang seharusnya saling menjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar